Berumah Tangga Sebagai Sarana Dakwah

ehm... ehm... abi & umi๐Ÿ˜‰

Pa kabar sobat Griya Fakhru? Hari ini saya di-tag sebuah artikel sama mas Ashad Kusuma Djaya buat share n belajar bareng. Bagus, top, pertamax Gan… hehe… so, biar skalian share sama sobat semua, ini tak copy-paste-kan artikelnya:

Berumah tangga bagi seorang Muslim tidak hanya didasari oleh sebuah kebutuhan akan fitrah untuk hidup berpasangan dengan lawan jenis. Lebih dari itu, berumah tangga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ibadah dan dakwah.

Sebagai ibadah, berumah tangga merupakan sarana untuk meningkatkan dan menyempurnakan amaliah ibadah kepada Allah SWT. Rasulullah s.a.w. bersabda,
ยซ ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฒูŽูˆู‘ูŽุฌูŽ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุงุณู’ุชูŽูƒูŽู…ูŽู„ูŽ ู†ูุตู’ููŽ ุงู„ู’ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู ููŽู„ู’ูŠูŽุชู‘ูŽู‚ู ุงู„ู„ู‡ูŽ ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูุตู’ูู ุงู„ู’ุจูŽุงู‚ููŠ ยป
”Barangsiapa menikah, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan separuh iman, karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam separuh yang tersisa.” (HR ath-Thabrani dari Anas bin Malik; Dalam Kitab al-Mu’jam al-Ausรขth, Juz VII, hal. 332).

Sedangkan sebagai dakwah, berumah tangga adalah sarana untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan takwa serta berlomba dalam memberikan contoh terbaik. Dakwah dalam konteks ini tidak hanya antara suami, istri, dan anak. Namun, juga meliputi bagaimana keluarga yang dibentuk dapat menjadi teladan bagi keluarga lainnya dan masyarakat pada umumnya.

Adalah kenyataan bahwa setiap pasangan suami-istri selalu memiliki kekurangan dan kelebihannya. Kekurangan istri atau suami adalah sarana dakwah bagi pasangan masing-masing untuk melengkapi dan menutupi kekurangan tersebut.

Al-Quran menjelaskan hubungan suami-istri dengan ungkapan bahasa seperti sebuah pakaian. Artinya, istri adalah pakaian suami dan suami adalah pakaian istri.
Ini membawa konsekuensi keduanya harus berusaha saling menjaga dan menasihati.

Allah SWT berfirman,
ุฃูุญูู„ู‘ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ุงู„ุฑู‘ูŽููŽุซู ุฅูู„ูŽู‰ ู†ูุณูŽุขุฆููƒูู…ู’ ู‡ูู†ู‘ูŽ ู„ูุจูŽุงุณูŒ ู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู†ุชูู…ู’ ู„ูุจูŽุงุณูŒ ู„ู‘ูŽู‡ูู†ู‘ูŽ …
”Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka…” (QS al-Baqarah, 2: 187).

Untuk menjadikan rumah tangga sebagai sarana dakwah, dari setiap pasangan diperlukan kesadaran bahwa mereka terlahir sebagai pejuang-pejuang kebenaran yang memiliki kewajiban untuk saling memberikan nasihat, mengajak pada kebaikan, dan mencegah dari berbagai kemunkaran.

Hal ini sebagaimana Allah jelaskan dalam firman-Nya,
ูƒูู†ุชูู…ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ุฃูู…ู‘ูŽุฉู ุฃูุฎู’ุฑูุฌูŽุชู’ ู„ูู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุชูŽุฃู’ู…ูุฑููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ูˆูŽุชูŽู†ู’ู‡ูŽูˆู’ู†ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูู†ูƒูŽุฑู ูˆูŽุชูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุขู…ูŽู†ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ู„ูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู„ู‘ูŽู‡ูู… ู…ู‘ูู†ู’ู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูู‡ูู…ู ุงู„ู’ููŽุงุณูู‚ููˆู†ูŽ
”Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang baik dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS ร‚li ‘Imrรขn, 3: 110).

Dalam ayat lainnya Allah SWT menegaskan,
ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุจูŽุนู’ุถูู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุก ุจูŽุนู’ุถู ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽูˆู’ู†ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูู†ูƒูŽุฑู ูˆูŽูŠูู‚ููŠู…ููˆู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉูŽ ูˆูŽูŠูุคู’ุชููˆู†ูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉูŽ ูˆูŽูŠูุทููŠุนููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ุฃููˆู’ู„ูŽุฆููƒูŽ ุณูŽูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ูู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุนูŽุฒููŠุฒูŒ ุญูŽูƒููŠู…ูŒ
”Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) pada yang baik, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS at-Taubah, 9: 71).

Dengan kata lain, berumah tangga harus kita jadikan sarana dakwah yang efektif. Baik suami kepada istri, istri kepada suami, orang tua kepada anak-anak, maupun antaranggota keluarga itu sendiri. Atau dengan kata lain, dakwah harus kita jadikan sebagai salah satu tujuan dalam berumah tangga.

Wallรขhu A’lam bish-Shawab.

(oleh Muhsin Hariyanto, Dikutip dan diselaraskan dari tulisan Mulyana dalam Rubrik “Hikmah”, Republika, Kamis, 07 Juli 2005)

Leave a comment

Filed under Ruang Dunia Lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s