VALENTINE DAY vs ARIEL DAY

ariel (bisikbisik.biz)

Hayyaaah… opo meneh iki? What happen with Valentine n Ariel?

Pemirsa…!!! *Tukul mode on* Kira-kira kalo dibuat ranking, lebih populer mana tuh? Valentine Day or Ariel Day?

Kalo kemaren sih Ariel ya? Klo menjelang pertengahan Februari gini ya Valentine day lah…

Betewe, udah pada kenal kan siapa Ariel itu? jangan-jangan belom… kalo Valentine?

Yap, betul betul betul *ipin upin mode on*… Valentine itu nama pendeta. Gini ceritanya….

Si Valentine

Seorang bernama Valentine mengabdikan dirinya sebagai pendeta pada masa pemerintahan Kaisar Claudius. Kaisar ini berambisi untuk membentuk tentara yang sangat banyak. Dia berharap kaum lelaki untuk secara suka rela bergabung jadi tentara. Tapi ternyata banyak yang nggak mau terjun ke medan perang. Mereka nggak mau meninggalkan sanak familinya. Peristiwa ini membuat kaisar sangat marah. Trus… apa yang terjadi? Dia kemudian menggagas ide “gila”. Dia berpikir kalo’ laki-laki nggak kawin, maka mereka nggak segan-segan akan bergabung jadi tentara. Makanya, dia memutuskan untuk ngelarang laki-laki kawin.

Trus, apa hubungannya Valentine Day ama Ariel Day?

Ssssttt… ikutin dulu aja ceritanya ampe slesai, ok?

Kalangan remaja menganggap kalo’ yang kaya’ begini ni namanya biadab. Valentine juga nggak mendukung ide gila ini. Sebagai seorang pendeta dia bertugas menikahkan lelaki dan perempuan. Bahkan setelah pemberlakuan hukum oleh kaisar, dia tetap melakukan tugasnya ini dengan cara rahasia dan ini sungguh sangat mengasyikkan. Bayangkan dalam sebuah kamar hanya ada sinar lilin dan ada pengantin putra dan putri serta Valentine sendiri. Peristiwa perkawinan diam-diam ini menyeret dirinya ke dalam penjara dan akhirnya dijatuhi hukuman mati.

Walaupun demikian, ketika di penjara, dia selalu bersikap ceria sehingga membuat beberapa orang datang menemuinya di dalam penjara. Mereka menaburkan bunga dan catatan-catatan kecil di jendela penjara. Mereka ingin dia tahu bahwa mereka juga percaya tentang cinta dirinya. Salah seorang pengunjung itu adalah seorang gadis anak sipir penjara. Valentine ngobrol dengannya berjam-jam. Di saat menjelang kematiannya ia menuliskan catatan kecil “Love from your Valentine.”

Lalu, di tahun 496, Paus Gelasius menjadikan 14 Februari sebagai tanggal penghormatan buat Saint Valentine. Akhirnya secara bertahap 14 Februari menjadi tanggal saling tukar menukar pesan kasih, dan Saint Valentine menjadi patron dari para penabur kasih. Tanggal ini ditandai dengan saling mengirim puisi dan hadiah seperti bunga dan gula-gula. Bahkan sering pula ditandai dengan adanya kumpul-kumpul atau pesta dansa.

Jadi, Valentine Day atau Hari Valentine itu adalah hari kasih sayang, katanya sih gitu. Hari ketika seseorang mengungkapkan rasa sayangnya kepada orang yang dicintainya. Iya po???


Hahahahaaa… pernah juga ya? Sssstt… sudah… sudah….

Kalo begitu, gimana dong sebaiknya?

Rasulullaah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang kita untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut .” (HR. At-Tirmidzi). Ada satu hadits lagi yang sangat terkenal yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang menyerupai sebuah kaum maka dia menjadi bagian dari mereka” (Abu Daud). Hadits ini mengisyaratkan bahwa meniru-niru budaya-reliji orang lain yang nggak sesuai dengan tradisi Islam memiliki resiko yang demikian tinggi sehingga orang itu akan dianggap sebagai bagian dari orang yang ditiru.

Sebagaimana juga firman Allah, ” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim .” (Al-Maidah: 51).

Sabda Rasulullah, “Kau akan bersama-sama dengan orang yang kau cintai” (Bukhari Muslim). Nah tu…, trus siapa yang mau kita cintai, apa yang mau kita sukai, yang milik kita sendiri ato…?

Ini ada contoh dari beliau….

Rasulullah melarang umatnya makan dengan tangan kiri karena cara itu adalah cara makan syetan (HR. Muslim). Ini adalah contoh perlawanan budaya terhadap budaya syetan atau budaya jahiliyah, dan pelarangannya agar nggak makan dengan tangan kiri adalah perang etika Islam dengan etika syetan.

Allah nggak menghendaki kaum muslimin menjadi “buntut” budaya lain yang berbenturan nilai-nilainya dengan Islam. Jadi kesimpulannya, gak usah deh ikut ngerayain Hari Valentine. Oke oke??

Lalu, kalo kita ikut ngerayain Valentine Day emangnya kenapa ?

Ini menandakan lumpuhnya pertahanan kita terhadap gencarnya serangan budaya lain yang terus menggelombung ‘n menjadikan kita harus takluk dan menjadi “budak” budaya lain. Emangnya kalo nggak usah ikutan aja gimana sih….

Maka sudah saatnya bagi remaja muslim untuk memacu diri melakukan gerilya besar dengan mengusung nilai-nilai Islam sehingga kita mampu mengendalikan diri untuk nggak terpancing apalagi larut dengan budaya-reliji lain. Generasi muda muslim hendaknya mampu membangun benteng-benteng diri yang sulit ditembus oleh gempuran-gempuran perang pemikiran yang setiap kali akan mengoyak-oyak benteng pertahanan iman kita. Kapan kita sembuhnya….?

Mau tahu dampak buruk lainnya? Yaitu bahwa dengan mengikuti mereka berarti mendukung dan mengikuti agama mereka, memperbanyak jumlah mereka. Trus… kita mo jadi apa ? Mau dijajah lagi ? Ini namanya penjajahan pikiran !!! Identitas kita jadi hilang, ga’ punya jati diri. Mau begitu ? Mengapa harus menjadi orang lain kalo diri sendiri masih lebih baik ? Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam (QS.Ali-Imron: 19).

Kembali yang di atas tadi mas, apa hubungannya Valentine Day ama Ariel Day? Yaaa hubungin aja sendiri, yang jelas mereka sama-sama laki-laki….

-Ibnu Arsjad-

Dari berbagai sumber

 

3 Comments

Filed under Ruang Dunia Lain

3 responses to “VALENTINE DAY vs ARIEL DAY

  1. sip postingannya.. visit back ya gann..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s