KEBAIKAN YANG SEMPURNA (Memberi karena Cinta)

Cinta ibu kepada anak-anaknya

Terinspirasi dari sebuah ceramah pada Ahad pagi di masjid Al-Huda Jagalan yang dibawakan oleh seorang ustadzah yang hmmm… menurut saya ceramahnya bagus-bagus dan kebetulan ustadzahnya juga cantik…🙂 , saya pun ingin berbagi ilmu yang sangat inspiratif ini dengan pembaca semua.

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (QS. Ali ‘Imran [3]: 92)

Itu salah satu ayat yang dibahas dalam ceramah. Saya pun mencoba membukanya kembali di rumah, membaca dan merenungi apa yang ada dalam kitab suci. Jarang-jarang saya me-review lagi pelajaran yang saya dapat dari ceramah. Tapi, kali ini pembahasan dalam ceramah itu seakan-akan njawil (bahasa Indonesianya apa ya…?) alam berpikir saya.

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai, penggalan awal ayat itu. Itu artinya kita belum bisa dibilang orang yang baik sebelum kita memberikan sebagian harta kita/sedekah/infak dengan sesuatu yang kita sukai.

Kita coba ambil analogi sederhana berikut.

Suatu ketika ibu kita arisan. Seperti biasa, dibagikanlah jamuan segelas minuman dan sekotak makanan. Tiba saat ibu membuka dan hendak menikmati sajian yang diberikan, ibu kita melihat ada kue kesukaan anaknya. Apa yang dilakukannya? Yap betul… ibu kita tidak memakannya meskipun ibu kita sendiri mungkin juga menyukainya, “ini untuk anakku…,” dalam hatinya. Begitu cintanya ibu kepada kita, anak yang sangat dicintainya. Ibu membrikan segalanya kepada kita karena cinta.

Di suatu waktu yang lain, kampung kita mengadakan bakti sosial penjualan pakaian pantas pakai. Tanpa kecuali, kita pun diberi edaran oleh panitia untuk menyumbangkan beberapa potong pakaian. Nah, pakaian apa yang kita pilih untuk kita sumbangkan? (Mungkin perlu diganti ya pemakaian istilah “pantas pakai” menjadi “bagus pakai”, “indah pakai”, “cantik pakai”, atau apalah yang semisal…🙂

Memberi karena cinta. Cinta kita terhadap sesuatu yang kita berikan dan cinta kita kepada yang kita beri. Tentunya diiringi dengan keikhlasan. Kira-kira begitulah pesan “kebaikan yang sempurna”.

 

 

1 Comment

Filed under Ruang Dunia Lain

One response to “KEBAIKAN YANG SEMPURNA (Memberi karena Cinta)

  1. ya terutama menyangkut masalah ibadah adalah keikhlasan menjadi syarat utama amal kita diterima. Dan yang kedua sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh Nabi Muhammad SAW barulah itu menjadi tabunagn amal kita……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s