Baju Hitam Tetap Lebih Kotor! (Belajar dari Baju)

flickr.com

“Jo, kok aku liat kamu mesti pake baju hitam sih? Emang gak punya yang laen?” tanya Kliwon kepada temannya.

“Ya punya lah, tapi aku punyanya yang hitam banyak, jadi kamu liatnya aku selalu pake baju hitam,” sahut Paijo. “Emang kenapa?” lanjutnya.

“Gak papa, cuma nanya aja, kok selalu pake hitam,” jawab Kliwon.

“Ya aku senengnya hitam sih. Biar gak gampang kotor,” Paijo menerangkan alasannya.

“Emangnya iya? Bukannya sama aja, hitam ato putih kan kalo sama-sama dipake ya bakalan sama-sama kotornya kan?” Kliwon menyahut lagi, “Malah bisa jadi lebih kotor, soalnya kamu belum merasa kotor trus kamu pake lagi.”

“Iya sih… tapi kan gak keliatan. Kalo putih, ato warna-warna yang terang kan jelas keliatan kotornya,” jawab Paijo enteng.

Hmmm… sepertinya kita pernah mendengar percakapan seperti itu. Atau malah mungkin mengalaminya sendiri. Atau malah ternyata Paijo itu kita sendiri? Wah, ketahuan deh….

Sepintas, cerita seperti itu adalah hal yang biasa-biasa saja. Sangat wajar. Dan memang wajar sih… hihihi

Ya, saya juga cuma sekedar akan mengambil analoginya aja, dengan sedikit maksa tentunya J

Begini….

Seandainya si Paijo dan si Kliwon adalah baju itu sendiri. Kliwon adalah orang yang “putih”, orang yang baik. Rajin shalat, puasa, pengajian, suka sedekah, suka membantu orang, dan suka nraktir teman-temannya. Sedangkan Paijo adalah sebaliknya. Dia orang “hitam”, berperilaku buruk. Suka mengganggu orang, suka maling, gak pernah shalat, pengajian, apalagi puasa, dan suka-kebut-kebutan di jalan. Maaf bagi yang berkulit hitam jangan tersinggung dulu, soalnya saya tidak sedang membahas warna kulit, melainkan membahas “isi” dari si Kliwon dan si Paijo. Terimakasih atas keluasan hatinya memaafkan saya, meskipun kulit Anda hitam semoga Anda termasuk orang yang “putih”.

Seperti pepatah “nila setitik rusaklah susu sebelanga”. Wah kalau yang itu sebenarnya kurang cocok sih, maksa banget. Yang ini saja, “kemarau panjang dihapus oleh hujan sehari.” Nah, seperti itulah kira-kira arah analogi saya.

Kliwon, si putih, dengan perangainya yang baik itu, seandainya tiba-tiba saja dia mencuri, apa yang terjadi? Maka “kotoran” yang baru sedikit saja akan sangat kelihatan. Seperti baju putih tadi. Sebaliknya, si Paijo yang sudah sering berbuat seperti itu, maka kalaupun dia mencuri, itu adalah hal yang biasa. “kotoran”-nya tidak begitu tampak. Padahal itu kotoran tambahan.

Mirip dengan baju tadi, baju yang putih akan segera kita cuci kalau terkena kotoran/noda daripada baju hitam. Sepertinya begitu ya? Hayo ngaku….! Enggak, enggak kok… nggak salah… J Dengan cara seperti ini, maka sebenarnya, pada dasarnya, aslinya, sesungguhnya, baju yang hitam akan tetap lebih kotor daripada yang putih.

Eits tunggu dulu… saya bukan akan jualan baju putih lho. Beli aja di pasar, toko, mall, de el el banyak.

Saya ya cuma nulis gini aja. Ya kalau kita ingin dan tersadar untuk berusaha selalu “putih”, saya bersyukur sekali. Saya doakan semoga bisa istiqamah dan bisa menularkan “putih”nya kepada yang lain. Syukur-syukur bisa “memutihkan” yang “hitam”.

Dan jika ini menjadi peringatan bagi yang “hitam” (karena kalau kotor tidak kelihatan, bahkan dengan tambah kotor pun tetap tidak kelihatan, jadi sebenarnya malah tambah kotor) saya juga bersyukur. Saya doakan semoga “baju”nya dapat segera dicuci dan dibersihkan.

Yang terakhir, saya mohon maaf jika ada kesamaan nama. Cerita di atas hanyalah fiktif belaka. Emang penutup sinetron? Hehe….

Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi bahan pembelajaran kita bersama.

 

 

2 Comments

Filed under Ruang INSPIRASI

2 responses to “Baju Hitam Tetap Lebih Kotor! (Belajar dari Baju)

  1. Subhanalloh……ketika baju putih yang baru keluar dari toko kita pakai maka akan tampak putih, bagus..tapi ketika sudah sering kita pakai putih tetap akan putih tapi warnanya akan sedikit lebih pudar..sama saja dengan keimanan… kita akan diuji…….ketika imannya kuat ia akan naik tinggi bahkan tinggi sekali tapi ketika iman kita terjadi penurunan maka ibadah kita pun ikut turun mengikuti kondisi keimanan kita….. syukur alhamdulillah jika keimanan kita bisa naik terus……bersyukur kita bagi yang bisa menjaga keimanan kita minimal ditik dimana kita bisa dekat dengan Alloh SWT…..kata motivasi” menjaga”

  2. Subhanalloh……ketika baju putih yang baru keluar dari toko kita pakai maka akan tampak putih, bagus..tapi ketika sudah sering kita pakai putih tetap akan putih tapi warnanya akan sedikit lebih pudar..sama saja dengan keimanan… kita akan diuji…….ketika imannya kuat ia akan naik tinggi bahkan tinggi sekali tapi ketika iman kita terjadi penurunan maka ibadah kita pun ikut turun mengikuti kondisi keimanan kita….. syukur alhamdulillah jika keimanan kita bisa naik terus……bersyukur kita bagi yang bisa menjaga keimanan kita minimal ditik dimana kita bisa dekat dengan Alloh SWT…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s