Belajar kepada Siapa?

Seringkali setiap akan melakukan sesuatu, terutama ketika kita merasa belum banyak pengetahuannya tentang suatu hal, kita bertanya kepada teman-teman, keluarga, atau saudara kita.

Suatu ketika Bambang akan membuka usaha roti bakar. Sebelum memulai usahanya, Bambang kemudian banyak bertanya sana-sini tentang bagaimana memulai usaha roti bakar itu. Bagaimana prospeknya, harganya, dan sebagainya.

Bambang memulai bertanya kepada Pak Agung tetangganya yang dulu pernah jualan roti bakar. ”Wah, mas… susah mas buka jualan seperti itu. Saya sendiri sudah mengalaminya. Mending nggak usah jualan roti bakar mas. Mumpung belum terlanjur rugi,” jawab Pak Agung menyarankan.

Hmmm… nampaknya baik ya Pak Agung? Dia menginginkan agar Bambang tidak merugi di waktu mendatang.

Setelah itu Bambang bertanya kepada Bu Susi. Bu Susi menjawab,”Bagus itu mas kalau mau buka usaha sendiri. Saya dulu juga buka roti bakar mas… sayang, akhirnya saya tutup mas. Awalnya sih lumayan rame, tapi akhirnya sepi juga.”

Meskipun sudah dua orang yang mengatakan kegagalan akan usaha mereka, untungnya Bambang masih punya keinginan kuat untuk tetap membuka usaha roti bakar. Lalu Bambang mencoba menonton TV kalau-kalau ada acara yang membahas tentang usaha roti bakar. Tak diduga, saat Bambang hidupkan, TV memberitakan tentang banyaknya penjual yang merugi akibat harga-harga naik.

Hehe… kalo ini sih beritanya selalu ada… dan celakanya, berita-berita di TV sepertinya lebih banyak tentang berita-berita musibah, kejahatan, kekisruhan politik, sengketa, de el el.

Akhirnya, singkat cerita, Bambang memutuskan untuk tidak jadi buka usaha roti bakar. Begitulah akhir cerita dari Bambang. Lhoh cerita apa sih ini?

Hahahaa… Oke, oke… itu adalah cerita tentang Belajar kepada Orang yang Salah. Yah, biar nggak kita ikutin lah… Jadi, belajar kepada siapa? Belajar kepada Orang yang Salah atau Belajar kepada Orang yang Benar?

Belajar kepada orang yang benar:

  1. Orang yang kita cari ilmunya adalah dari yang benar dalam keberhasilannya di bidang yang kita inginkan. Tidak hanya dalam jenis usaha, tapi juga dalam ilmu-ilmu yang lain seperti matematika, IPA, IPS, sastra, seni, agama, de dl el. Kan juga begitu saat kita sekolah dulu… kita akan bertanya kepada guru pelajaran masing-masing.
  2. Orang yang kita cari ilmunya adalah dari yang benar dalam keberhasilannya di bidang yang kita inginkan. Lhoh kok ini lagi? Lha terus apa? Usul dong…

 

1 Comment

Filed under Ruang INSPIRASI

One response to “Belajar kepada Siapa?

  1. Belajar kepada alam…juga termasuk gak ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s